Bulan Ramadhan 1427 H telah tiba, saatnya umat Islam menjalankan
ibadah puasa (bagi yang menjalankan). Awal Ramadhan ini aku lewatkan di
Kota Madiun bersama Aditya AKA Ndoweh.
Awalnya ingin berangkat pada Sabtu malam sekita pukul 22.00. Tapi
akhirnya kami batalkan karena sesuatu hal. Akhirnya kami putuskan
berangkat esok harinya, dan menginap di rumahku sambil menunggu sahur
pertama.
Sambil menonton pertandingan Liga Itali antara AC Milan vs Livorno,
kami berdua menikmati makan sahur (dalam hatiku bertanya-tanya,
puasakah diriku hari ini).
Kami berangkat menuju Madiun sekitar pukul 7 pagi dengan berkendara motor. Perjalanan yang kami tempuh dari Kota Batu Kota mBatu
ke Madiun sekitar 3,5 jam. Sebuah perjalanan yang melelahkan dengan
deru kendaraan yang berlalu lalang. Udara yang panas serta terik
matahari serasa menyengat perjalanan kami (dan di dalam lubuk hati
masih bertanya-tanya, puasakah diriku hari ini).
Akhirnya sampai juga di Kota Madiun, tepatnya rumah istri Ndoweh, Ama yang sedang hamil tua karena ulah suaminya
.
Disana kami disambut bak pahlawan yang pulang dari medan laga, dengan
peluh yang bercucuran. Kami berdua pun akhirnya tergeletak tak berdaya
sambil menonton TV yang kebetulan saat itu TV7 menayangkan Moto GP (di
hati ini semakin berkecamuk sebuah pertanyaan, puasakah diriku hari
ini).
Adzan maghrib pun berkumandang, alhamdulillah. Menu buka puasa pun
sudah siap di meja makan dengan segala macam pilihan. Buka puasa
pertama di bulan Ramadhan ini aku lewatkan di Madiun.(dan masih saja,
di hati ini bertanya-tanya, puasakah diriku hari ini). Seusai berbuka
puasa, kami berdua berencana sholat taraweh. Dengan mengendarai motor,
kami mencari masjid untuk di setiap sudut kota Madiun. Mungkin karena
belum begitu mengenal jalan di sana, kami pun tersesat disebuah pusat
keramaian, yaaa … alun-aun Kota Madiun. Karena untuk melanjutkan
mencari masjid sudah tidak mungkin lagi, kami pun berhenti di alun-alun
tersebut menikmati udara malam kota Madiun serta makanananya.
Yah, Ramadhan pertama aku lewatkan di sebuah kota asing, namun sayang bukan bersama seseorang yang aku harapkan 
Taken from Puncak Abadi Para Dewa
Recent Comments